Polisi Lebay, Wasit Klise

tes tes

*laporan pandangan mata pertandingan PSS Sleman vs Martapura FC di 16 Besar divisi utama liga Indonesia 2014, 16 September 2014*

Hanya dibutuhkan satu polisi lebay untuk memprovokasi kericuhan. Waktu pertandingan sudah menunjukkan menit-menit akhir saat seorang polisi muda itu berlari naik ke tribun barat stadion Maguwoharjo. Dia ingin “mengamankan” beberapa penonton yang dianggap memicu pelemparan ke bench pemain Martapura FC. Sejak masih di sekitar bench, beberapa polisi memang berteriak “amankan, amankan!” sambil menunjuk-nunjuk ke arah tribun. Polisi muda itu lari mungkin karena ingin menjalankan tugas sebaik-baiknya. Atau bisa jadi caper. Atau mungkin sedang banyak pikiran.

Tapi keputusannya itu salah besar. Polisi itu mungkin mengira tindakan mereka akan terlihat heroik di mata atasannya. Tapi ternyata para penonton memberikan perlawanan. Seorang polisi yang sudah sampai di tribun dan memegang orang yang mereka anggap provokator, mendapat serangan balik dari penonton. Kericuhan terjadi di tribun. Perkelahian sempat tidak imbang beberapa menit sebelum akhirnya polisi yang lain datang dan menembakkan gas air mata. Dua kali polisi itu menembak. Saya kaget karena persis berada di belakang sang polisi yang menembak gas air mata tersebut. Tindakan provokatif yang memicu kericuhan lebih luas.

Para polisi ini jelas tidak paham bahwa mereka menembak gas air mata persis di tribun di mana anak-anak dan perempuan berada. Banyak yang sesak nafas dan terluka karena jatuh untuk mengindari gas air mata. Ada bapak-bapak yang menangis mengiba agar polisi tidak menembak lagi.

Sejak memasuki pertengahan babak kedua, pertandingan memang memanas. Tapi tidak memanas yang menegangkan. Lebih memanas seperti kalau kita menghafal buku teks yang sudah kita tahu akhir ceritanya. Eh, itu tidak memanas ya? Tapi kurang lebih seperti itu.

Hakim garis mengangkat bendera tinggi tanda pemain Martapura terjebak off-side. Saya kira hakim garis ini sedang melamun atau mengantuk. Pemain Martapura jelas lari dari belakang. Jaraknya dengan pemain belakang PSS Sleman mungkin satu meter lebih. Sontak saja pemain Martapura berlarian mendatangi sang hakim garis. Beberapa mendorong dan berteriak. Untung tak ada yang memukul.

Para penonton, tentu saja ramai-ramai menyoraki tingkah para pemain Martapura itu, dan mulai melempari bench pemain. Berdasarkan ingatan saya ini kejanggalan pertama yang dilakukan asisten wasit/wasit tadi malam.

Setelah itu, wasit mulai klise, memberikan pelanggaran-pelanggaran untuk tuan rumah di sekitar kotak pinalti. Kalau tidak salah ada sekitar 4-5 kali tendangan bebas. Saya yakin kalau belum ada gol nanti akan ada penalti jelang menit-menit terakhir. Dan benar. PSS mendapatkan pinalti setelah salah seorang pemainnya dijatuhkan. Saya ragu itu pelanggaran. Perlu dilihat tayangan ulangnya. tongue emoticon Ini bentuk klise juga. Kawan saya yang ikut awaydays ke Martapura bilang juga kalau PSS dicurangi habis-habisan.

Sejak momen itu, pelemparan-pelemparan ke bench pemain Martapura terus dilakukan. Beberapa pemain cadangannya saya lihat sempat memprovokasi dengan membusungkan dadanya sambil melihat ke arah tribun agak lama.

Tadi malam saya melihat polisi juga klise. Ingin tampil seperti pahlawan kesiangan, dan memang berhasil mengubah momen “biasa” di liga indonesia itu menjadi sebuah kericuhan yang jarang terjadi di Maguwoharjo kalau suporter tim tamu tidak datang. Saya yakin, kalau polisi muda tadi tidak buru-buru lari untuk menangkap orang yang ia kira provokator, tak akan ada kericuhan macam tadi. Apalagi sampai menembakkan gas air mata. PSS menang dan penonton sudah siap-siap meninggalkan tribun dengan hati riang.

Sayang, polisi lumayan merusak malam tadi dengan tindakan yang semakin menunjukkan betapa reaksionernya mereka. Jangan heran kalau peristiwa tadi justru akan menambah kebencian suporter terhadap mereka.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s