Politik adalah Main Catur

2014-03-04-HouseofCards2.14.2014

Ada dua jenis rasa sakit: sakit yang bisa membuat kita bangkit untuk memperjuangkan sesuatu, dan, sakit yang tidak berguna. Ia adalah jenis sakit yang sudah tidak bisa kita apa-apakan kecuali hanya bisa dirasakan. Dalam politik, di mana seseorang bisa dibunuh berkali-kali, anda harus memperjuangkan agar hanya merasakan sakit yang pertama. Sekali anda merasakan sakit yang kedua, anda selesai. Prinsip itu saya pegang betul sebagai seorang congressman yang punya tugas berat untuk menjaga marwah partai dan melakukan proses komunikasi politik ke kawan dan lawan politik. Saya tidak punya waktu untuk merasakan jenis sakit yang kedua.

Saya berkali-kali merasakan jenis rasa sakit yang pertama. Salah satunya, ketika Garret Walker memutuskan tidak memilih saya sebagai  Secretary of State. Ia pembohong yang licik tapi pengecut. Tidak punya back-up politik yang kuat tetapi berani mengkhianati orang yang loyal kepadanya. Ia jelas orang baru dalam politik White House. Tidak punya pengalaman kecuali hanya pencitraan yang ia besarkan-besarkan.  Tapi ketika sudah menjadi presiden Amerika Serikat, ia arogan dan melupakan orang-orang yang sudah membantunya menuju kursi itu. Dia jelas sadar betul bahwa saya adalah orang yang punya peran besar dalam kampanye-kampanye yang akhirnya membuat rakyat Amerika memilihnya.

Tapi, bahkan mengatakan kepada saya secara langsung pun ia tidak berani. Ia meminta Linda Vazquez yang melakukannya. Dan anda tahu, Linda adalah orang yang saya rekomendasikan sehingga dia bisa menjadi kepala staf White House. Absurd. Garret sudah membuat janji personal, dan mestinya ia menepatinya. Anda tahu, hukum dari sebuah janji yang belum ditepati adalah, ia kebal terhadap keadaan yang berubah.

Saya tidak terima dengan keputusan ini. Dan anda tahu, dalam beberapa situasi di mana anda dikhianati dengan cara yang menyedihkan, salah satu opsi yang paling baik adalah melakukan balas dendam. Saya punya harga diri yang tinggi. Pengkhianatan dan penghinaan macam ini jelas tidak bisa diterima. Saya akan tunjukkan kepada presiden itu siapa yang sebenarnya punya kekuatan politik. Ia akan merasakan balas dendam yang pedih. Saya kira, saya adalah orang yang berpengalaman dengan hal ini. Anda percaya? Saya percaya. Di sekeliling saya ada orang-orang yang akan membantu mewujudkannya.

Dimulai dari istri saya, Claire. Kami sudah lebih dari 30 tahun menikah. Ia adalah partner in crime yang sempurna. Pandangan-pandangannya kerap mencengangkan, ia bertangan diri dan mampu mengimbangi berbagai pikiran dan tindakan yang saya lakukan. Yayasan yang ia pimpin adalah salah satu senjata yang sesekali bisa saya gunakan ketika mengambil aksi-aksi politik. Bahwa ia berselingkuh dengan seorang fotografer, saya kira itu bisa dimaklumi. Sesekali ia butuh pelampisan untuk lepas dari beban berat menjadi istri seorang politisi yang kerap berada dalam arus besar yang membahayakan.

Doug Stamper. Doug adalah tangan kanan yang baik. Ia loyal dan menemani perjalanan politik saya selama kurang lebih 13 tahun. Karena itu ia bisa segera paham bahwa pilihan terbaik bagi saya adalah melakukan balas dendam politik yang langkah pertamanya dimulai dari menggagalkan terpilihnya Secretary of State pilihan presiden culun itu. Doug adalah penghubung saya ke orang-orang. Dalam politik, tidak setiap orang bisa bebas menggunakan tangannya sendiri untuk hal-hal kotor. Doug kerap melakukan pekerjaan kotor untuk saya. Ia mengamankan apa yang harus diamankan.

Zoe Barnes, seorang jurnalis perempuan yang rela menggunakan tubuhnya agar bisa mendapatkan berita. Tentu saya percaya bahwa media adalah alat yang luar biasa dalam berbagai proses komunikasi politik. Ia bisa menjelma menjadi ruang propaganda yang mengangkat atau mengakhiri karier politik seseorang. Tapi saya tak pernah menduga di suatu malam ada seorang jurnalis perempuan datang ke rumah saya menggunakan baju dengan belahan dada rendah dan push up bra dan tiba-tiba menawarkan diri untuk menjadi “perpanjangan” suara saya di media. Ia meminta saya untuk memberinya informasi apapun yang berharga, dan ia menawarkan banyak hal, termasuk badannya yang sintal itu. Sebagai jaminan loyalitas, ia membiarkan saya memotretnya telanjang bulat dengan blackberry butut yang saya miliki. Siapa yang tidak tergoda?

Edward Meechum, seorang polisi yang ditugaskan untuk mengawal saya secara pribadi. Ia orang yang baik, bahkan cenderung polos. Tapi dari sana ia tumbuh menjadi orang yang bisa dipercaya dan tidak akan membocorkannya ke orang lain. Saya merasa aman dikawal orang ini. Beberapa kali saya meminta istri saya untuk menguji loyalitasnya. Saya tahu dia beberapa kali sempat memandang bokong dan payudara Claire. Tapi biarlah selama ia tidak menjamah tubuhnya. Saya kira tubuh Claire bisa menjelma kekuasaan yang sewaktu-waktu mesti dimainkan.

Freddy Armstrong, seorang pemilik restoran BBQ. Dia tidak secara langsung membantu pekerjaan-pekerjaan saya sebagai politisi. Tapi lebih dari itu, ia justru membantu saya melepaskan stress yang setiap hari muncul karena berhadapan dengan kebohongan demi kebohongan politik. Freddy seorang kulit hitam pekerja keras. Saya pelanggan setianya sudah lebih dari 20 tahun. Ia selalu mendengarkan saya menceritakan hal apapun yang saya yakin ia tidak paham. Babi panggangnya enak. Oh iya. Saya berusaha tidak mengajak teman politisi saya ke restoran ini. Saya tidak mau mengotori persahabatan saya dengan Freddy dengan omong kosong murahan atas nama rakyat.

Saya percaya bisa membalas dendam kepada para pengkhianat. Ini tinggal bagaimana bidak-bidak catur dimainkan dan digerakkan di dalam dan luar White House. Plot harus disusun dengan cermat. Kesalahan setitik, adalah kesalahan yang bisa menentukan hidup mati anda di masa depan. Anda tahu, politik di gedung teraman di dunia ini jauh lebih liar dan berbahaya daripada belantara Amazon. Ada banyak ular berbisa dan harimau yang sewaktu-waktu bisa datang menerkam anda bila tidak siap.

Oh ya, sesekali juga anda harus melakukannya di jalur yang sunyi. Hindari sorotan tajam kamera dan jurnalis. Biarlah lawan-lawan politik anda yang merasakan pedihnya diterkam media. Anda tahu, trial by the press itu lebih menyakitkan ketimbang trial by the court. Anda tidak bisa berharap orang-orang berpikir sebagaimana yang ingin anda pikirkan. Dan inilah keuntungan saya “memiliki” Zoe Barnes.

Saya bisa sering menggunakannya untuk menyampaikan informasi-informasi yang akan menyerang White House dari dalam. Sesekali saya juga bisa melihatnya telanjang dan menidurinya meski kalau saya pikir-pikir, usianya setengah dari usia saya. Bisa jadi ia akan seusia anak saya kalau saya dan Claie memutuskan memiliki anak. Tapi tidak apalah. Dalam hubungan profesional anda tidak perlu memikirkan perasaan yang justru akan melemahkan.

Jika anda tidak suka dengan betapa brutal dan busuknya politik di tingkat elite, saya sarankan anda tidak mengikuti kisah saya ini. Sederhana saja, kisah ini akan penuh dengan pengkhianatan demi pengkhianatan terhadap teman, penuh perselingkuhan, bahkan pengorbanan darah dan nyawa. Tapi jika anda suka dengan dengan konspirasi politik dan bagaimana para elite itu menjalankan politik kesehariannya, saya harus sarankan anda menyimak dengan baik apa yang akan saya ceritakan. Terutama jika anda ingin belajar tentang Machiavelli tanpa bersusah payah membaca karya-karyanya. Saya kira saya adalah seorang Machiavellian yang kaffah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s