Antara Mandela dan Tangis Angie

Headline 1

Perkiraan saya salah. Berita meninggalnya Nelson Mandela ternyata tidak sepenuhnya mendominasi halaman muka koran-koran yang terbit hari Sabtu 7 Desember 2013. Kabar duka dari Afrika Selatan tersebut mesti bersanding dengan air mata mantan Putri Indonesia, Angelina Sondakh. Angie menangis sampai pingsan setelah diperiksa KPK.

Dari 12 koran – Bernas, Harian Jogja, Jakarta Post, Jawa Pos, Kedaulatan Rakyat, Kompas, Koran Tempo, Media Indonesia, Pikiran Rakyat, Republika, Suara Merdeka, dan Tribun Jogja – yang bisa saya dapatkan, 4 di antaranya menempatkan dua berita tersebut di halaman muka.

Dalam berita Angie, Jawa Pos menurut saya yang paling menarik dengan membandingkan ekspresi wajah Angie ketika menjadi Putri Indonesia 2001, mendapatkan vonis 4,5 tahun penjara oleh pengadilan tipikor, dan memperoleh hukuman 12 tahun penjara oleh MA. Koruptor atau calon koruptor saya sarankan melihat foto-foto itu.

Kembali ke berita tentang Mandela. Ketika dibuka lembar demi lembar, baru terlihat betapa dominannya tulisan-tulisan yang mengenang presiden kulit hitam pertama Afrika Selatan tersebut. Kompas memberikan 9 item berita dan opini untuk mengenang Madiba, Jakarta Post 11 item, Koran Tempo 4 item, dan Media Indonesia 3 item.

6 koran menjadikan peristiwa meninggalnya Madiba sebagai tajuk rencana. Hanya Tribun Jogja saja yang menjadikan air mata Angie sebagai tajuk rencana. Judulnya Air Mata Angelina Sondakh.

Republika memakai judul Mewarisi Mandela, Pikiran Rakyat berjudul Nelson Mandela,Jawa Pos Jaga Warisan Mandela, Suara Merdeka Sosok Mandela Menginspirasi Dunia, Kompas Mandela Nurani Dunia, dan Jakarta Post dengan judul Father of All Nations.

Judul tajuk rencana Jakarta Post seperti menjelaskan mengapa kematian Mandela ditangisi orang-orang di berbagai penjuru dunia. Tak terkecuali di Indonesia. Tak hanya orang-orang politik saja yang mengenangnya. Teladannya lintas batas. Salah satunya masuk ke wilayah olahraga. Olahraga menjadi salah satu “lem perekat” yang digunakan Madiba untuk menyatukan bangsanya.

Semua pertandingan Liga Inggris tadi malam sebelum kick off memberikan penghormatan kepada Madiba.

Di koran-koran yang saya baca, ada empat item berita yang membahas hubungan Mandela dan olahraga yaitu di Kompas Perjuangan Lewat Dunia Olahraga dan Kalangan Sepakbola Kenang Madiba, di Suara Merdeka Sepakbola Berduka untuk Mandela, dan Jakarta Post Mandela key to ushering South Africa back to global stage.

Apa yang mengikat Indonesia dengan Mandela? Mudah untuk menyebutnya, batik. Hampir semua koran menyebut peran Mandela yang turut mempromosikan batik Indonesia dengan mengenakannya di berbagai acara resmi. Pilihan ini bahkan sempat membuat Mandela berseberangan dengan banyak orang yang memintanya mengenakan pakaian yang khas Afrika Selatan.

Dari sekian banyak berita di koran-koran tersebut, sebagian besar berisi kenangan baik terhadap Madiba. Hanya beberapa yang memberikan kritik. Di antaranya tulisan Paradoks Politik Nelson Mandela di Tribun Jogja. Tulisan tersebut menyebutkan bahwa kematian Mandela akan kembali membawa Afrika Selatan ke ambang perpecahan. Perpecahan tersebut bisa jadi disebabkan oleh pilihan Mandela untuk terlalu banyak mengakomodasi kelompok kulit putih dalam mengelola ekonomi.

Tentu saja kritik semacam itu tidak mengurangi keagungan sosok yang 27 tahun berada di dalam penjara tersebut. Mandela mengajarkan kita untuk memegang prinsip forgiven but not forgotten, memaafkan tetapi tidak melupakan. Utamanyadalam kasus pelanggaran hak asasi manusia di masa lalu. Indonesia mestinya bisa belajar dari Madiba, bapak semua bangsa.

JP 1

Bernas 1

Harjo 1

Jakarta Post 1

Kompas 1

KR 1

MI 1

PR 1

Republika 1

SM 1

Tempo 1

TJ 1

Iklan

Satu pemikiran pada “Antara Mandela dan Tangis Angie

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s