Orang Lain adalah Neraka

Inferno-Dan Brown

  • Judul Buku     : Inferno
  • Penulis            : Dan Brown
  • Penerbit          : Bentang Pustaka
  • Cetakan          : 2013
  • Tebal               : 642 halaman

Tempat tergelap di neraka dicadangkan bagi mereka yang tetap diam ketika krisis moral melanda.

Robert Langdon masih duduk di ranjang dengan kepala berdenyut-denyut ketika  seorang perempuan memaksa masuk ke kamarnya. Perempuan berambut duri itu menembak salah satu dokter yang sedang memeriksa Langdon. Pakar simbologi Harvard tersebut kebingungan, ingatannya belum pulih, dan tiba-tiba ia terbangun di rumah sakit untuk menemui situasi yang mengancam nyawanya. Dibantu dokter perempuan Sienna Brooks, Langdon melarikan diri dari rumah sakit.

Adegan tersebut menjadi pembuka novel terbaru Dan Brown, Inferno. Tak banyak perubahan bila dibandingkan dengan tiga novel serial Robert Langdon sebelumnya – The Da Vinci Code, Angels and Demons, dan The Lost Symbol – yang menjadikan Robert Langdon sebagai tokoh utama. Brown juga masih setia menghadirkan detail arsitektur dan sejarah sebuah kota serta menjalinnya dengan magnum opus tokoh-tokoh besar dari masa lalu.

Kali ini, Inferno yang merupakan salah satu dari tiga bagian Divine Comedy Dante Alighieri menjadi bahan baku imajinasi Dan Brown. Sementara Inferno Dante Alighieri menggambarkan neraka sebagai jagat berstruktur rumit yang dihuni oleh arwah yang yang terperangkap di antara kehidupan dan kematian, Inferno Dan Brown menjadikan puisi epik tersebut sebagai ramalan kondisi kehidupan manusia di masa depan.

Fenomena ledakan jumlah penduduk, akan menyebabkan dunia menjadi neraka dan mempercepat datangnya kiamat. Hal ini diyakini betul oleh seorang ilmuwan kesehatan Bertrand Zobrist, tokoh antagonis dalam Inferno. Katanya, di bawah tekanan overpopulasi, mereka yang tidak pernah berpikir untuk mencuri, akan menjadi pencuri untuk memberi makan keluarga mereka. Mereka yang tidak pernah berpikir untuk membunuh, akan menjadi pembunuh untuk mempertahankan anak-anak mereka, dan seterusnya (halaman 149).

Karena keyakinan itu, Zobrist memiliki gagasan gila : mengurangi setengah dari jumlah populasi manusia di dunia dengan menyebarkan virus di lokasi rahasia. Virus ini akan membuat setengah populasi dunia menjadi mandul dan tidak bisa melahirkan anak. Sehingga bumi pada akhirnya nanti akan menemukan sendiri jumlah manusia yang ideal untuk tinggal.

Nah, upaya penemuan tempat yang berpacu dengan waktu membawa pembaca menembus belantara Florence, Venesia, sampai Istanbul. Robert Langdon dan Sienna Brooks harus menemukan tempat tersebut dengan menggunakan Inferno Dante Alighieri sebagai peta. Sembari berpindah-pindah tempat, highlight benturan antara rezim dunia medis dengan berbagai ilmuwan dengan gagasan radikal bisa kita rasakan.

Saya selalu menikmati bagaimana Brown membawa pembaca dari satu tempat ke tempat lain. Tidak sekadar keadaan fisik sebuah kota saat ini tetapi juga kesuraman sejarah yang membentuknya.  Sambil menyusuri jalanan di kota-kota tersebut, kita diajak untuk memikirkan satu kegilaan Zobrist. Kegilaan yang disandarkan pada data dan fakta mengenai pertumbuhan populasi di dunia.

Barangkali inilah hal lain yang membuat Inferno menjadi menarik. Benarkah ledakan jumlah penduduk akan mempercepat datangnya kiamat? Bayangkan jika di dunia ini ada ilmuwan gila yang sedang berusaha membunuh banyak orang untuk menekan pertumbuhan penduduk? Bayangkan jika dokter beramai-ramai enggan memperpanjang harapan hidup pasien dengan pengobatan yang memadai?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut muncul dalam benak saya ketika membaca  lembar demi lembar novel ini. Inferno seperti ingin menegaskan ide Sartre bahwa “orang lain adalah neraka”. Sartre “menajiskan” orang lain sebagai “neraka” karena eksistensinya yang senantiasa mengobjekkan diri kita. Kesadaran orang lain berpeluang untuk menstruktur eksistensi kita. Sementara dalam Inferno, “orang lain sebagai neraka” hadir dalam arti yang harafiah.

Brown bahkan menjadikan gereja – sekali lagi – sebagai objek kritiknya. Para pembaca Dan Brown tentu tahu tentang hal ini. Di Inferno, gereja menjadi bagian yang ikut disalahkan sebagai pihak yang mempercepat datangnya “neraka” di dunia. Secara spesifik, kesalahan utama terletak pada aktivitas gereja terutama di negara-negara berkembang dalam melawan kampanye penggunaan  kondom yang dikhawatirkan melegitimasi seks bebas.

Pangkalnya, tanpa penggunaan kondom, seks bebas tetap terjadi dan semakin mempercepat overpopulasi. Iseng saya berpikir, mestinya pepatah banyak anak banyak rezeki sudah tidak berlaku. Persis seperti yang dirasakan salah satu tokoh dalam novel ini Elizabeth Sinskey – direktur WHO – yang merasa beruntung tidak bisa melahirkan anak.

Saya menikmati bagaimana Brown menyusun bangunan konspirasi dalam Inferno. Apa yang ia lakukan tidak jauh berbeda dengan novel-novel terutama seri Robert Langdon sebelumnya. Namun, di Inferno rasa-rasanya Brown terlalu ambisius untuk mengupas Dante Alighieri beserta berbagai karya – misalnya Map of Hell Sandro Boticcelli – yang terpengaruh olehnya. Barangkali lebih tepat jika novel ini menjadi pintu masuk untuk membaca Divine Comedy.

Isu overpopulasi sebagai penggerak cerita novel ini menjadi sedikit terabaikan. Padahal itu bisa membuka diskusi yang menarik dan memperkuat cerita. Bandingkan dengan penemuan Partikel Tuhan dalam Angels and Demons yang menunjukkan benturan lama antara agama dan pengetahuan.

Terlepas dari hal itu, novel ini tetap tidak menghilangkan ketegangan demi ketegangan ala Dan Brown yang muncul di tiap babnya. Ketegangan yang membuat penasaran dan ingin cepat-cepat melahap 642 halaman novel. Kira-kira begitu.

Iklan

Satu pemikiran pada “Orang Lain adalah Neraka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s