Selamat Jalan, Fergie!

Ketika para pemainnya merayakan sebuah gol, Fergie jarang berteriak lepas. Lebih-lebih meloncat kegirangan. Ekspresinya selalu terasa ganjil. Paling sering ia hanya mengangkat kedua tangan lantas bertepuk tangan. Sangat jarang terlihat perayaan ekspresif seperti saat pertandingan melawan Stoke City.

Setelah mencetak gol, van Persie berlari kencang dan memeluk sang gaffer. Fergie mengenangnya sebagai “pelukan yang membunuh”. Perayaan yang tidak akan pernah kita saksikan lagi. Satu hal yang menarik, betapapun ganjil ekspresinya, wajah Fergie senantiasa terlihat gembira setelah satu gol tercipta.

Sejak pertandingan pertamanya menangani United – kalah 0-2 dari Oxford United – ia telah melihat ribuan gol dengan kegembiraan yang serupa. Antusiasme yang tidak dimiliki oleh banyak pelatih. Mempertahankan antusiasme di tengah rutinitas serta ketegangan yang sama dan telah dirasakan puluhan tahun tentu bukan perkara yang mudah.

Antusiasme telah menjadi modal Fergie untuk membawa United meraih 13 gelar juara liga, 5 Piala FA, 4 Piala Liga, 2 Liga Champion, 1 Piala Winner, 1 Piala Super Eropa, dan 2 Piala Dunia Antar Klub FIFA.

Sebagai catatan, selama Fergie bergelimang gelar bersama red devils, Real Madrid mengganti 24 pelatih, Inter Milan 19, Chelsea 18, dan Manchester City 14 pelatih. Barangkali antusiasme semacam ini juga yang membuatnya pernah berkata bahwa ia tidak mau cepat-cepat pensiun.

Pensiun dini dari hal yang begitu dicintai justru hanya akan membuatnya sakit dan terpuruk. Persis seperti apa yang menimpa ayahnya. Namun, dalam hidup, ada banyak hal yang tidak bisa dilawan. Usia adalah salah satunya. Dan Ferguson memilih mengakhiri 26 tahun kariernya di Old Trafford.

MU pasca Fergie tentu akan berjumpa dengan chaos. Bagaimanapun, ia telah membangun sebuah kerajaan besar. Seperti kata David Gill: Steve Jobs was apple, Sir Alex Ferguson is Manchester United. Tak akan mudah untuk menggantikan posisinya.

Tapi, biarlah itu kita pikirkan nanti. Sekarang waktunya merayakan perpisahan. Perpisahan yang tidak berlalu dikenang dengan mendayu-dayu, cukup dengan sebuah ucapan terima kasih. Ya, selamat jalan dan terima kasih, Fergie!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s