Menangkap Tanda-Tanda Zaman

Untitled

Para pemilik rambut gondrong rasa-rasanya mesti berterima kasih pada mahasiswa dan elemen masyarakat yang turut serta meruntuhkan Orde Baru dalam reformasi 1998. Lho? Apa hubungannya? Jangan buru-buru mengernyitkan dahi, jika sudah membaca buku Aria Wiratma yang berjudul Dilarang Gondrong! Praktik Kekuasaan Orde Baru Terhadap Anak Muda 1970an (2010), anda akan segera paham maksud saya.

Dalam dekade awal Orde Baru, pemerintah mengeluarkan kebijakan anti rambut gondrong dengan hukum potong rambut di tempat bagi siapapun yang melanggarnya. Kebijakan yang menggelikan ini muncul karena rezim ketakutan terhadap “pemberontakan” yang dilakukan anak-anak muda. Saat itu, dunia sedang dilanda gerakan perlawanan budaya anak-anak muda. Gerakan hippies ini memandang dunia dengan cara yang sama sekali lain dari apa yang ada saat itu.

Keberadaan anak-anak muda hippies ini ditandai dengan tren fashion yang nyentrik. Rambut gondrong, kaos tipis, sandal, manik-manik yang bermacam-macam, kaum perempuan yang tidak menggunakan bra, sampai seks bebas. Terpengaruh arus ini, anak-anak muda di Indonesia banyak melakukan hal yang sama. Pakaian kedodoran, rambut gondrong, seks bebas, narkotika, mulai menjadi satu budaya baru terutama bagi anak-anak muda di perkotaan.

Dari sudut pandang negara, kondisi tersebut dianggap sebagai ancaman. Padahal, tidak bisa dipungkiri jika kita memutar sudut pandang ke anak muda, tren fashion tersebut mencerminkan zeitgeist anak-anak muda. Sayangnya hal ini kerapkali terabaikan dalam narasi sejarah anak-anak muda di Indonesia. Jarang sekali ada buku seperti buku Aria ini yang mencerminkan satu tren tertentu dalam kehidupan anak muda. Untuk melihat perspektif anak muda “saat itu” pun paling kita hanya bisa mengintip dari buku harian Soe-Hok Gie Catatan Seorang Demonstran (2005).

Koran-koran yang lebih detail menangkap momen sehari-hari pun menjadi subordinasi kekuasaan negara. Kita tidak bisa berharap banyak membaca secara obyektif tren fashion anak muda melalui koran. Dalam kasus rambut gondrong misalnya, di tahun 1970an kita akan menyaksikan judul-judul berita seperti “7 Pemuda Gondrong Merampok Bis Kota”, “6 Pemuda Perkosa 2 Wanita”, sampai “Disambar Si Gondrong”. Bisa dibayangkan citra negatif yang muncul?

Nah, dari kisah historis tersebut saya ingin mengatakan bahwa fashion blogger dibutuhkan untuk menangkap tanda-tanda zaman atau zeitgeist anak muda saat ini. Tentu, saya tidak ingin membatasi fashion sebagai persoalan baju baru semata. Ia melebihi itu. Fashion adalah gaya hidup. Artinya, potret yang ditampilkan di sini adalah identitas anak muda yang ditunjukkan melalui penampilan-penampilannya, bahkan pandangan-pandangan hidupnya.

Mengapa ia dibutuhkan? Sederhana. Dengan memahami kecenderungan tren fashion saat ini ataupun di masa lampau, tulisan-tulisan fashion blogger berguna untuk melakukan eksplorasi tren-tren terbaru. Bukankah masa depan adalah akumulasi pengalaman historis masa lalu dan saat ini? Selain eksplorasi terkait tren, dari tulisan para blogger akan terlihat gejala psikologis-sosiologis semacam apa yang menjadi pembeda anak muda saat ini dengan anak muda di masa lalu.

Saya kira pembacaan ini menjadi penting untuk mendeskripsikan situasi obyektif saat ini yang membentuk anak-anak muda. Dengan pembacaan tersebut, saya kira pertanyaaan semacam “Mengapa anak muda tahun 1928 di tengah berbagai keterbatasan bisa melahirkan Sumpah Pemuda tetapi anak muda saat ini yang bergelimang fasilitas tidak bisa melakukan apa-apa” bisa dijawab dengan detail tanpa bermaksud melakukan apologi tertentu.

Singkat cerita, tulisan para blogger fashion akan mengafirmasi kalimat, “ini lho generasiku!” 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s