Pembuka Drama

Orang-orang yang menganggap Grup A sebagai grup yang membosankan harus segera merevisi pendapatnya. Tentu saja, selama bola itu bundar, sepakbola tidak akan pernah menjadi matematika. Pertandingan pembukaan Euro 2012 antara Polandia v Yunani dan Rusia v Ceska tadi malam mengamini ungkapan tersebut.

Sebelum kick off dimulai, pertandingan Polandia vs Yunani tadi malam diprediksi sebagai duel yang paling tidak menarik selama Euro 2012. Perhatikan saja. Di peringkat FIFA terbaru Polandia menempati posisi 64, terbuncit dibandingkan 16 peserta lain. Sementara Yunani, merupakan tim yang paling terakhir diunggulkan oleh sejumlah bandar taruhan di turnamen kali ini.

Belum lagi ditambah fakta bahwa kedua tim tidak memiliki bintang yang menonjol. Salah satu alasan yang cukup untuk memberikan perhatian pada permainan kolektif. Dan ini berarti permainan defensif. Bisa dibayangkan betapa pertandingan pembuka ini akan berjalan membosankan.

Tapi, segala hitung-hitungan di atas kertas berantakan begitu wasit Carlos Vellasco meniup peluitnya. Dua kartu merah, penalti gagal, satu gol dianulir, blunder kiper, sampai handsball yang tidak berujung penalti. Semua itu sudah memenuhi syarat untuk menyebut pertandingan ini sebagai drama. Pertandingan yang berjalan membosankan hanya sedikit mengurangi kadar drama.

Di awal pertandingan, tuan rumah sempat berada di atas angin dengan manuver-manuver trio Dortmund, Lukasz Piszczek, Blaszcykowski dan Lewandowski. Blasczcy, kapten termuda di turnamen kali ini, berkali-kali mengeksploitasi sisi kiri pertahanan Yunani. Tidak bisa dibantah, sisi kanan Polandia adalah keunggulan tim ini. Di belakang Blasczcy, berada Lukasz Piszczek yang rajin membantu serangan.

Puncak invasi dari sayap kanan ini tentu terlihat ketika umpan silang sang kapten dimakan Lewandowski dengan lahap di menit 17. Saya semakin berharap Fergie merealisasikan janjinya untuk merekrut penyerang ini.
Permainan Yunani di awal laga seolah mencerminkan wajah negaranya yang sedang mengalami kelesuan ekonomi. Tidak ada disiplin kokoh seperti yang ditunjukkan senior-senior mereka di 2004. Karagounis yang alumni 2004 gagal menjadi motivasi bagi timnya, sementara salah satu striker senior, Samaras, berkali-kali gagal memanfaatkan peluang karena lebih memilih menjadi atap stadion sebagai sasaran tembakannya.

Semesta semakin berpihak kepada tuan rumah ketika Sokratis mendapatkan kartu merah. Wajahnya penuh dengan penyesalan. Tentu ia sadar kartu merah ini bisa menutup penampilannya di Euro kali ini. Tapi keajaiban bermula dari kartu merah ini. Duel 10-11 justru membangkitkan semangat sparta mereka yang tadi sempat menguap. Yunani balik menekan.

Salah satu keputusan Fernando Santos yang brilian tentu ketika ia memasukkan Salpingidis di awal babak kedua. Pemain asal PAOK ini mengubah jalannya pertandingan dengan drastis. Berkali-kali ia mampu lepas dari jebakan off side dan mengancam gawang tuan rumah. Ini harus jadi bahan evaluasi Smuda. Jebakan off side yang gagal semacam ini tidak akan mempan untuk menghadapi para pemain Ceska, apalagi Rusia.

Penempatan posisi Salpingidis yang tepat ditambah bakat blunder Szczesny yang muncul kembali menjadi kunci tercipatnya gol penyeimbang dari Yunani. Angin optimisme berbalik arah. Polska tetap gagal membongkar 10 pemain Yunani. Apalagi ketika Szczesny kembali membuktikan bahwa ia masih labil dengan melanggar Salpingidis di kotak penalti. Kartu merah, dan penalti.

Apa yang terjadi kemudian sungguh sebuah drama. Ini adalah puncak penampilan Yunani di pertandingan ini. Karagounis terlihat agak ragu meletakkan bola ke titik penalti. Przemyslaw Tyton masuk dan menjadi penjawag gawang. Semua pemain Yunani sudah meluapkan kegembiraannya, yakin akan memenangi pertandingan.
Sang kapten mematahkan harapan itu. Tendangannya bisa ditebak dengan benar oleh Tyton. Dalam adegan ini sebenarnya ada adegan yang masih mengganjal. Entah kenapa Karagounis tidak memaksakan diri untuk mengejar bola yang diblok Tyton. Ia lebih fokus menyesali nasibnya. Benar memang kata Chairil, nasib adalah kesunyian masing-masing. Dan Karagounis menutup muka di saat yang salah. Ia masih punya peluang mengejar bola, tapi tidak dilakukan.

Kiper berusia 25 tahun itu tiba-tiba menjadi pahlawan Polska. Seperti yang dikatakan komentator, from no one, to someone. Szczesny terlihat meluapkan kegembiraanya di ruang ganti. Oh iya. momen ini menjadi bukti bahwa panitia Euro sudah siap dengan beragam kemungkinan yang terjadi. Kamera ditempatkan di mana-mana. Momen sekecil apapun tidak boleh luput.

Polandia mengawali lagi dengan bagus, Yunani menutupnya dengan sederhana. Hasil 1-1 menjadi adil untuk kedua tim.

***

Status Rusia v Ceska di grup ini adalah bigmatch. Keduanya pernah memiliki nama besar di sepakbola Eropa. Jadi ekspektasi yang muncul adalah duel yang ketat dengan bola-bola pendek. Apalagi individu yang ada di kedua tim termasuk mutiara-mutiara Eropa Timur. Keberadaan Petr Cech, Jaroslav Plasil, Thomas Rosicky, Milan Baros adalah lawan seimbang bagi Yuri Zhirkov, Andrei Arshavin, Roman Pavyluchenko, dan Alan Dzagoev.

Tapi ternyata prediksi di atas kertas juga gugur dengan sendirinya. Laskar Lenin berhasil meluluhlantakkan negeri eks jajahannya. Strategi 4-3-3 Dick Advocaat berhasil diperagakan dengan sempurna. Permainan cepat dan efektif adalah ciri khas Rusia sejak Uni Soviet runtuh. Ini sinyal bahaya bagi calon lawan-lawan mereka nanti. Hantu itu telah bangkit kembali di Eropa. Hantu Rusia.

Duel tadi malam belum menyertakan Roman Pavyluchenko dan Pavel Pogrebnyak di starting line-up. Bayangkan saja jika kedua penyerang ini bermain sejak awal. Advocaat masih mengandalkan zenit connection. Iya, ada 6 pemain Zenit St Petersburg di tim utama Rusia tadi malam. Permainan yang padu dengan kerja sama yang sudah lama menjadi keuntungan untuk Rusia. Ini seperti Bayern Muenchen bagi Jerman atau Barcelona bagi Spanyol.

Setengah jam pertama, praktis Rusia sudah mematikan Ceska melalui Alan Dzagooev dan Roman Shirokov. Hanya beberapa kali saja Ceska berhasil menusuk kotak penalti Rusia. Itupun tidak benar-benar mampu membahayakan gawang Malaveev. Pergerakan little mozart, Rosicky, tidak sedinamis dulu ketika masih muda. Usia memang tidak pernah berbohong.

Arshavin yang sempat mati suri di Arsenal sepertinya diberikan kebebasan bergerak yang luas oleh Advocaat. Sekali waktu ia menghabisi sisi kanan pertahanan Ceska. Tapi di waktu yang lain ia juga menjelajahi sisi kiri. Kecepatannya masih ada. Ini sama seperti Arshavin di Euro 2008 sebelum pindah ke Arsenal. Rasa-rasanya memang Arsene Wenger gagal memanfaatkan jasa pemain ini.

Rusia terlihat membiarkan Ceska menguasai pertandingan. Sayangnya ini gagal dimanfaatkan. Counter attack yang cepat dengan pertahanan Ceska adalah kunci yang menyebabkan pertandingan ini hujan gol. Strategi Advocaat yang memasukan Pavyluchenko benar-benar menguras pertahanan Ceska.

Sang meneer mestinya memberikan tempat utama kepada Pavyluchenko di pertandingan selanjutnya. Kerzhakov yang diberikan kesempatan utama tadi malam berkali-kali menyia-nyiakan peluang. Pemain ini justru mencatat tujuh shots of goal. OptaJoe mencatat ini sebagai statistik terburuk sejak Euro 1980!

Bandingkan dengan Pavyluchenko yang hanya butuh satu peluang untuk mencetak gol. Atau Alan Dzagoev yang hanya butuh tiga peluang untuk mencetak dua gol. Khusus untuk Dzagoev, tim-tim besar akan mulai mencatat namanya ke dalam daftar pemain yang mesti dibeli. Guardian menyebutnya sebagai the new wonder kid. Kita simak saja ke mana pemain CSKA ini akan berlabuh.

***

Sebagai pembuka, dua pertandingan ini sudah memenuhi ekspektasi agar layak disebut sebagai drama. 7 gol yang muncul dari dua pertandingan bisa jadi akan menaikkan rataan gol bila dibandingkan dengan turnamen sebelumnya. Euro 2004 dan 2008 memiliki rataan gol yang sama, 2, 4 gol per pertandingan. Kita tunggu saja.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s